Donor Sperma Daring Memicu Pro dan Kontra

Donor sperma barangkali menjadi tajuk yang belum banyak dimengerti oleh sebagian besar penduduk Bumi. Donasi sperma pada dasarnya memberikan para pendonor kebebasan memilih siapa yang akan dibantuk dan berhubungan langsung terhadap latar belakang penerima donor. Seorang Jeffrey Brezovar, model gay mencoba mendonorkan spermanya agar memiliki momongan.

Bisnis donor sperma bukanlah sesuatu yang bebas dilakukan seperti halnya bisnis ojek daring (online). Semisal diibaratkan, donasi sperma sepintas menyerupai ojek daring yang bertransformasi menjadi bisnis menjanjikan dengan menghadirkan bank sperma. Meski banyak orang yang mencoba mendonasikan spermanya melalui akses daring karena mudah, tidak sedikit orang perlu menyeleksi dan mencari tahu siapa penyumpang sperma.

Bicara perihal donasi sperma daring acapkali diwarnai dengan asumsi atau narasi yang kontra sekaligus memanas-manasi keberadaan metode ini. Kebanyakan mereka yang kontra terhadap donasi sperma mengatakan jika tindakan ini akan memberikan keturnan berbahaya, melanggar kepercayaan, dan masih banyak lagi. Kebanyakan pihak yang mendramatisir hal itu sebenarnya belum tahu peran dari donasi sperma bagi keberlangsungan masing-masing individu.

Memang, risiko donasi sperma secara daring tidak bisa Anda anggap sebelah mata. Tetapi, anggapan yang lebih seimbang perihal donasi sperma daring penting agar bisa memahami praktek serta implikasinya terhadap kaum marginal atau orang yang “berbeda”.

Terlepas dari itu semua, beberapa pria sebagai pendonor sperma menyadari akan risiko saat mendonasikan sperma secara daring. Faktor ketidaknyamanan atau ongkos yang harus dibayar secara pribadi. Belum lagi jarak antarpendonor dan penerima lumayan jauh, dan masih banyak risiko lainnya. Paling tidak, donor sperma dilakukan atas kesadaran dan kesediaan dari kedua belah pihak. Katakanlah Jeffrey Brezovar mendonorkan spermanya demi memiliki buah hati. Pihak yang menerima donasi tersebut adalah, Camryn Manheim, selaku ibu dari buah hati Jeffrey.

Kisah tersebut satu dari sekian ribu cerita donasi sperma. Kalau Anda mencoba donasi sperma secara tradisional, metode ini memiliki syarat yang ketat. Berbeda dengan donasi sperma secara daring yang sudah diatur serta mudah dilacak. Sayangnya, aktivitas donasi sperma ini tidak ada payung hukum yang jelas. Banyak orang merasa khawatir bahwa tindakan tersebut menyalahi aturan atau hukum yang berlaku di masing-masing negara. Tetap butuh hukum internasional bagi aktivitas seperti ini.